Apa yang Sebaiknya Dilakukan Saat Menghadapi Saham Uptrend, Downtrend dan Sideways?

Uptrend, downtrend dan no trend atau sideways dalam saham
Uptrend, downtrend dan no trend atau sideways dalam saham (EduFulus/GWK)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sesuatu yang sedang tren itu sama artinya dengan sesuatu itu sedang digemari, diburu dan dicari. Tren pun lekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tak hanya makanan, pakaian, minuman, trend juga dikenal dalam pergerakan harga saham. Makanya, di dunia investasi atau trading saham juga dikenal istilah tren.

Secara konkret dalam kaitan dengan pergerakan harga saham, ada 3 (tiga) jenis tren yang ada dalam pasar saham. Ketiganya adalah uptrend, downtrend dan no trend atau sideways.

SIMAK JUGA: 3 Langkah Ini Wajib Dijalankan Trader Saat Menghadapi Saham yang Sedang Downtrend

Lantas apa yang harus dilakukan investor jika menghadapi kondisi tersebut, mari kita ulas satu-satu trend tersebut:

1). Uptrend (Tren Naik)

Uptrend (tren naik) dipahami dalam konteks pergerakan saham merujuk pada grafik saham yang terus bergerak naik. Sekalipun ada gerakan turun, tetapi secara umum bila dilihat secara garis besar atau dengan horison yang lebih luas arahnya terus bergerak naik. fluktuasi kecil alias riak-riak itu sesuatu yang normal, tetapi secara umum trennya naik terus. Jadi, meski ada penurunan, tetapi kecenderungan pergerakan harganya semakin lama semakin naik. Saham-saham yang uptrend begini yang justru harus dibeli atau diakumulasi sehingga di masa mendatangkan memberikan cuan atau capital gain yang bagus. So, beli saham, tentu wajib hukumnya beli yang dari sisi chart sedang uptrend.

2). Downtrend (Tren Turun)

Downtrend (tren turun) tentu saja kebalikan dari uptrend. Pergerakan saham yang sedang downtrend artinya grafik saham memperlihatkan pergerakan harga yang terus menurun. Sama halnya dengan uptrend yang ada fluktuasi, tetapi secara garis lebih besar pergerakan sahamnya terus menurun. Dengan kata lain, meski ada pergerakan naik turun. Jika melihat saham downtrend sebaiknya saham yang begini dihindari karena di masa mendatang tidak memberikan harapan cuan atau capital gain. Yang justru dialami bisa jadi malah capital loss atau kerugian. Kendati demikian, jika kamu selaku investor yakin secara fundamental di masa mendatang saham ini akan rebound maka tak ada salahnya mengakumulasinya. Untuk keputusan yang ini harus benar-benar yakin berdasarkan analisis fundamental dan teknikal alias tidah hanya berdasarkan asumsi semata.

3). No Trend/Sideways/Stabil (Tren Mendatar)

Berbeda dengan uptrend dan downtrend, no trend yang juga disebut sideways atau stabil atau tren mendatar dipahami sebagai kondisi saham yang tak bergerak signifikan naik dan tidak pula signifikan turun. Artinya, pergerakan saham tersebut tidak semakin naik, juga tidak semakin turun alias datar-datar saja. Dengan kata lain, harganya segitu-segitu saja alias nggak kemana-mana. Kalau pun ada pergerakan naik-turun hanya dalam range tertentu saja. Harga tidak membentuk puncak dan lembah harga yang baru alias bergerak di suatu range atau level harga tertentu. Dihadapkan saham dengan kondisi yang demikian ini, sebaiknya investor wait and see saja dan nggak usah melakukan aksi jual atau beli. Toh, jumlah saham lain yang bisa ditransaksikan dengan tren yang lebih bagus selain saham tersebut juga masih banyak.

SIMAK JUGA: Tip Cerdas Memilih dan Membeli Saham-Saham IPO yang Berpotensi ARA

Nah, setelah tahu tiga jenis tren pergerakan saham ini, saatnya seorang investor atau trader mengaplikasikan prinsip jual-beli sahamnya. Prinsip utama yang pasti dipegang dalam investasi atau trading saham adalah membeli saham di harga tertentu dan menjualnya di harga yang lebih tinggi dari harga beli tersebut.

Prinsip yang wajib dipegang investor atau trader dalam investasi atau trading saham yang notabene ingin mencari cuan tentu buy low sell high atau buy high sell higher.

Dengan berpegang pada prinsip ini tentu saja saham-saham yang dicari adalah saham-saham yang uptrend. Nah, untuk melihat saham-saham yang uptrend tentu saja dibutuhkan charting yang mumpuni. Dalam hal ini investor butuh ilmu tentang charting yang mendalam yang saat ini bisa dipelajari dengan mudah secara online dan mandiri. Pelatihan-pelatihan gratis di sekuritas juga sudah banyak.

SIMAK JUGA: Sudah Siap Alami Penyesalan Demi Penyesalan dengan Investasi Saham?




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*