Pasar Saham Masih Lesu Terpapar Covid-19, Saatnya Lirik Commodity Boom

Saham Lesu
Transaksi Saham (EduFulus/Ist)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com  –  Pandemi Covid-19 menyebabkan gejolak pasar global, tak terkecuali pasar modal Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat terjungkal ke level terendah pada Senin, 23 Maret 2020 di level 3.989,52. IHSG terkoreksi dalam hingga menyentuh level terendahnya dalam 8 tahun terakhir. Terakhir kali IHSG berada pada level 3.000 yakni pada 24 Juni 2012 silam di level 3.955,58.

Berbagai upaya pemulihan ekonomi berhasil menggeliatkan IHSG hingga ke level 6.000 pada saat ini, dengan peningkatan rata-rata volume transaksi dan rata-rata frekuensi transaksi harian yang signifikan. Pulihnya perekonomian global dan masifnya vaksinasi tak dipungkiri menjadi daya dorong pertumbuhan IHSG ini.

Menariknya, di balik bencana pandemi Covid-19 ada berkah tersendiri yang bisa dikecap. Blessing in disguise. Ada berkah tersembunyi di balik kondisi buruk yang sedang terjadi.

SIMAK JUGA: 10 Tips Memilih Sekuritas Masa Kini yang Terbaik

Salah satu berkah pandemi yang cukup nyata adalah kenaikan jumlah investor yang sangat signifikan. Di masa pandemi generasi milenial berbondong-bondong masuk ke pasar modal untuk mencari keberuntungan cuan.

Memang untuk saat ini IHSG masih di level 6.000. Tetapi kalau bicara target IHSG di level 7.000 maka masih terbuka peluang besar bagi siapa pun untuk ambil bagian dalam usaha mendulang cuan di tengah pandemi.

IHSG memang lesu dibanding sebelum pandemi, namun bukan berarti harus patah arang. It’s OK to slowdown, sejenak menimang-menimang saham-saham yang terbaik dengan pisau analisis yang dimiliki. Karena bagaimana pun, di saat IHSG lesu yang dibarengi dengan turunnya harga-harga saham, justru inilah peluang emas untuk melakukan akumulasi saham-saham blue chip yang sedang murah-murahnya.

Di saat harga-harga saham turun, tentu saja peluang cuan itu kian terbuka seiring dengan target IHSG di level 7.000 yang masih sebatas harapan di tengah kasus pandemi Covid-19 yang tak kunjung berakhir. Ini artinya kelesuhan IHSG tak perlu dirisaukan secara berlebihan. Toh, optimisme pertumbahan ekonomi itu sudah di depan mata.

Berbagai upaya pemulihan ekonomi beberapa negara besar di dunia seperti RRT, Amerika Serikat hingga Eropa pelan namun pasti berdampak pada harga komoditas yang akan mengalami peningkatan signifikan, sehingga bukan tidak mungkin muncul boom komoditas (commodity boom).

SIMAK JUGA: Begini Lho Aturan Main Investasi Saham di BEI, Investor Pemula (Newbie) Wajib Tahu

Commodity boom adalah kondisi ketika harga-harga komoditas meningkat dengan cepat karena permintaan yang naik tajam. Biasanya periode commodity boom ini ditandai dengan kondisi makro ekonomi yang memperlihatkan penguatan fundamental. Ekonomi pun menggeliat.

Ekonomi tumbuh atau naik, otomatis daya beli ikut meningkat. Ketika komoditas naik, semisal batubara, tentu penambang batu bara lagi banyak duit, sehingga bisa beli motor, mobil hingga barang mewah. Ini sama artinya harga komoditas naik maka sektor lain juga akan terdampak sehingga geliat ekonomi itu juga nyata.

Indonesia sebagai negara eksportir komoditas yang besar, tentu saja bukan hanya kinerja ekspor Indonesia yang akan terpengaruh. Pertumbuhan ekonomi akan bergerak naik, saat harga komoditas seperti batubara dan timah sedang naik. Saat harga komoditas naik (commodity boom), tentu terbuka peluang pertumbuhan ekonomi yang bakal melaju kencang.

Di sisi lain, ketika harga-harga naik maka secara langsung memberikan dampak pada emiten yang memproduksi komoditas. Laporan keuangan emiten pun akan melonjak. Biasanya, ketika laporan keuangan membaik, pasti emiten itu akan diburu investor. Singkat kata, saat harga-harga komoditas naik, tentu saja emitennya juga diincar. Nah, ketika banyak diburu inilah harga saham terkerek naik yang ujung-ujungnya berimbas pada IHSG yang akan ikut naik.

Justru saat target IHSG sudah dipancang di level 7.000 maka mengakumulasi saham-saham yang sedang diskon karena terpapar Covid-19 menjadi sebuah keniscayaan. Tunggu apalagi.

SIMAK JUGA: Apa Itu Window Dressing?




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*