Pemula Wajib Tahu 8 Tip Memilih Reksa Dana Ini Biar Kagak Boncos

Optomisme investasi di pasar modal
Optimisme investasi di pasar modal (EduFulus/Ist)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com –  Investasi reksa dana yang tergolong mudah dinikmati pemua kini makin diminati karena menjadi alternatif pengembangan duit yang menggiurkan setelah deposito. Masyarakat makin sadar kalau reksa dana lebih menguntungkan dibandingkan deposito. Masyarakat merasakan investasi reksa dana menawarkan kelebihan, konkretnya dari sisi imbal hasil (return) yang lebih tinggi dibanding deposito.

Seiring dengan kemajuan dan perkembangan teknologi, produk-produk reksa dana pun makin beragam dan mudah dinikmati secara online. Di satu sisi, ini memberikan alternatif pilihan yang beragam, tapi di sisi lain bisa saja mendatangkan kebingungan dalam menentukan dan memilih reksa dana yang terbaik.

Nah, karena memilih reksa dana itu gampang-gampang susah, masyarakat (khususnya investor pemula) sangat dianjurkan untuk memilih reksa dana dengan cerdas dan hati-hati.

SIMAK JUGA: 5 Langkah Mudah Cek Bukti Transaksi dan Laporan Bulanan Reksa Dana Secara Online di AKSes KSEI

Sebagai pemula tentunya jangan pernah “membeli kucing dalam karung”. Oleh sebab itu, berikut ini 8 tip yang sebaiknya diperhatikan investor pemula sebelum memilih produk investasi reksa dana:

1). Cermati profil Manajer Investasi (MI)

Pada fund fact sheet bisa diliat rekam jejak manajer investasi yang bertanggung jawab atas aset. Oleh sebab itu, cermatilah fund fact sheet untuk melihat pengalaman Manajer Investasi dalam mengelola aset yang dimiliki, jumlah nasabah, dan besarnya dana yang pernah dikelola.

2). Amati strategi investasinya

Pada fund fact sheet bisa dicermati strategi yang digunakan oleh Manajer Investasi dalam mengelola uang. Fund fact sheet biasanya menunjukkan komposisi saham atau sektor yang diinvestasikan.

3). Amati risiko dan imbal hasil

Semua investasi mengandung risiko, seperti halnya investasi reksa dana saham yang mengandung risiko fluktuasi harga mengikuti pergerakan saham. Dalam investasi reksa dana, semakin tinggi potensi imbal hasil, semakin tinggi pula risiko yang harus siap ditanggung. Nah, untuk risiko yang paling minim dari reksa dana yakni reksa dana pasar uang. Dengan imbal hasil (return) di atas bunga deposito, reksa dana pasar uang relatif stabil dan paling aman dibandingkan reksa dana lainnya.

4). Cek biaya yang harus ditanggung investor

Biaya investasi dalam reksa dana sebaiknya diperhatikan, terutama biaya-biaya yang dibebankan kepada investor. Biaya-biaya yang dimaksud mencakup: biaya pembelian (subscription fee), biaya penjualan (redemption fee), dan biaya pengalihan (switching fee). Oleh sebab itu, usahakan lah untuk membeli reksa dana di MI atau sekuritas yang tidak mengenakan biaya alias gratis.

5). Cermati hak investor

Perhatikanlah dengan teliti hak-hak pemegang unit penyertaan reksa dana. Jangan sampai dirugikan, misalkan tidak mendapatkan bukti penyertaan atau surat konfirmasi, tidak mendapatkan pembagian hasil investasi sesuai kebijakan pembagian hasil investasi atau tidak bisa menjual sebagian atau seluruh unit penyertaan.

6). Simak kebijakan investasinya

Fund fact sheet juga menunjukkan strategi investasi reksa dana tersebut secara garis besar. Oleh sebab itu, perhatikanlah alokasi dana dalam reksa dana dan seberapa besar dana digunakan untuk investasi ekuitas, pasar uang, dan instrumen lainnya.

7). Cek total dana kelolaannya

Semakin besar dana kelolaan, semakin bonafide reksa dana tersebut

8). Pilih reksa dana dengan performa terbaik

Gampangnya, investor pemula dianjurkan untuk tidak memilih dan membeli reksa dana yang tumbuh lebih lambat dibanding IHSG. Mudah bukan cara memilih produk reksa dana?

SIMAK JUGA: Mengenal 10 Jenis Reksa Dana Syariah




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*