Tip Investasi dan Trading Saham Saat Market Sedang Rontok

Harga-harga saham saat trading halt karena covid-19 (Corona) 2020
Harga-harga saham saat trading halt karena covid-19 (Corona) 2020 (EduFulus/GWK)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Saat harga-harga saham sedang berguguran karena market sedang rontok maka ada tindakan yang berbeda yang harus dilakukan oleh investor dan trader saham karena meski sama-sama berurusan dengan saham, tapi keduanya cukup berbeda.

Kalau investor lebih ke orientasi jangka panjang dalam mendulang cuannya, sementara itu trader mencari cuan dalam jangka waktu pendek. Namun satu hal yang tak boleh diabaikan baik oleh invetor maupun trader saham saat menghadapi market yang sedang gonjang-ganjing (volatile) adalah tidak gampang baper dan panik dalam membuat keputusan.

SIMAK JUGA: Kenali Support dan Resistance Saham, Emangnya Buy, Sell dan Hold Itu Gampang?

Keputusan terkait saham harus diputuskan dalam kondisi psikologi yang tenang dan nggak asal ambil keputusaj jual atau beli. Nah, tindakan seperti apa saja yang sebaiknya dilakukan baik itu investor atau trader saat menghadapi market yang lagi volatile?

Tip Bagi Investor Saham

  1. Jangan Baper dan Panik

Saat menghadapi kondisi market yang lagi volatile, investor yang bijak adalah mereka yang tidak gampang baper dan panik hingga takut yang berlebihan. Mereka yang bijak adalah mereka yang secara psikologi tak gampang terpengaruh dengan fluktuasi market. Pun saat saham yang dimiliki jeblok atau turun tajam mereka ini tidak berpikir rugi hingga akhirnya merealiasikan kerugian dengan menjual sahamnya. Patut disadari bahwa yang namanya market itu memang naik-turun. Kalau pun ada penurunan maka perurunan itu ada ujungnya dan setelah itu kembali naik atau rebound. Sebagai investor yang memiliki tujuan investasi yang jelas dan jangka panjang maka memegang tujuan ini sangat penting biar nggak gampang terpengaruh gonjang-ganjing market. Baper dan panik yang berlebihan akan mengarahkan investor pada kesalahan fatal dalam membuat keputusan atas investasinya, seperti menjual sahamnya dalam kondisi rugi hanya karena ketakutan.

  1. Analisis Sahamnya Lagi

Dalam ketenangan pikiran yang melihat kondisi market yang fluktuatif sebagai hal yang normal dan alami maka langkah selanjutnya adalah melakukan analisis saham secara komprehensif baik dari sisi fundamental maupun teknikal. Untuk melakukan analisis ini pun tak sesulit kayak di masa lalu, semisal dengan aplikasi IPOT milik Indo Premier Sekuritas. Analisis fundamental bisa dilakukan dengan mudah karena data-data keuangan untuk melakukan analisis pada saham tertentu mudah didapatkan. Selanjutnya, untuk melakukan analisis teknikal maka chart yang komprehensif bisa dilakukan dengan mudah.

  1. Cek Kembali Tujuan investasi

Hal penting lainnya adalah mengecek lagi tujuan investasi. Seandainya tujuan investasi untuk yang jangka waktu pencapaiannya sifatnya jangka panjang maka ada baiknya investasinya ditahan dulu. Apalagi setelah dianalisis, potensi cuannya untuk jangka panjang bagus maka pada saat harganya turun atau jeblok ini sebaiknya dianggap sebagai saat diskon untuk mengoleksi sahamnya lagi. Namun untuk yang terakhir ini wajib melihat budget. Jangan karena harga saham lagi turun atau diskon maka bisa borong saham tanpa pikir panjang.

Tip Bagi Trader Saham

  1. Langsung Analisis Fundamental dan Teknikal

Senjata paling utama saat menghadapi saham-saham yang sedang rontok karena market yang sedang volatime adalah tidak baper dan panik, tetapi justru dengan tangkas melakukan analisis fundamental dan teknikal. Analisis yang komprehensif penting untuk melihat potensi saham yang dimiliki atau diincar. Usahakan kamu tidak terpengaruhi emosi saat mengabil keputusan dalam trading. Seperti diketahui, di satu sisi saat saham sedang turun, ini adalah kesempatan emas untuk mengoleksinya atau melakukan aksi buy. Kendati demikian, keputusan mengoleksi ini tentu tidak berlaku untuk semua saham yang sedang turun. Oleh sebab itu, analisis fundamental dan teknikal penting dilakukan untuk melihat saham yang sedang turun. Hal ini sangat penting untuk melihat potensi balik arah dari saham ini di masa depan. Analisis fundamental terkait erat dengan lapaoran keuangan emiten, sedangkan analisis teknikal menyangkut support dan resistance saham yang memungkinan trader melakukan aksi buy dengan tepat.

  1. Lakukan Cut Loss

Pada saat saham-saham sedang rontok, penting bahwa trader selalu menjaga disiplin dalam melakukan cut loss. Jika tidak disiplin maka kerugiannya justru akan semakin dalam. So, kendati menyakitkan, cut loss atau stop loss itu wajib dilakukan, teristimewa saat sahamnya memang benar-benar downtrend.

  1. Lakukan Average Down

Namun jika belum sempat melakukan cut loss karena melihat potensi balik arahnya setelah melakukan analisis fundamental dan teknikalnya maka alternatif yang bisa dilakukan yakni melakukan average down. Average down adalah pembelian secara bertahap ketika saham yang dimiliki mengalami penurunan. Jika keputusan ini yang diambil maka trader tinggal menunggu dan berharap market kembali naik. So, butuh yang namanya kesabaran dan nggak terpengaruh emosi secara berlebihan.

  1. Konsisten dengan Strategi Trading

Untuk tetap mengambil caun dalam trading kamu harus konsisten dengan strategi yang digunakan, melakukanya berulang-ulang, dan tetap konsisten seperti mengambil keuntungan ataupun menutup dengan kerugian yakni take profit atau cut loss. Hingga pada akhirnya kamu dapat mendulang cuan.

SIMAK JUGA: Tip Cerdas Memilih dan Membeli Saham-Saham IPO yang Berpotensi ARA




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*