Mengenal 4 Jenis Reksa Dana untuk Pemula

jenis-jenis reksa dana
Mengenal jenis-jenis reksa dana (KalderaNews/Ist)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Investasi reksa dana kian akrab di telinga anak muda (milenial) hingga orang dewasa. Selain karena kemudahan dan keterjangkauannya, mereka mulai sadar keuntungan dan manfaat memilih investasi reksa dana yang ternyata memberikan return (imbal hasil) di atas bunga deposito.

Namun sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya merefresh kembali apa itu reksa dana. Singkatnya, reksa dana adalah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, yang selanjutnya dana tersebut diinvestasikan kembali oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam saham dan surat utang (portofolio efek) di bursa efek.

Setelah tahu kalau di atas deposito itu ada reksa dana, ternyata kita tidak boleh berhenti di situ. Reksa dana ada jenis-jenisnya. Jenis reksa dana sendiri dibagi menjadi 4 (empat) mulai dari reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham.

Sebagai investor tentu perlu memilih jenisnya berdasarkan tujuan investasi dan jangka waktu pencapaiannya. Mari kita simak satu persatu 4 jenis reksa dana tersebut:

  1. Reksa Dana Pasar Uang (Money Market Fund)
    Reksa dana pasar uang adalah jenis reksa dana yang penempatan dananya diinvestasikan seluruhnya pada surat berharga yang jatuh temponya di bawah satu tahun. Jenis reksa dana pasar uang ini cocok untuk tujuan investasi jangka pendek dengan mengutamakan keamanan modal daripada pertumbuhan (safety fund). Tingkat risiko pada jenis reksa dana ini paling rendah, namun tingkat return juga tidak terlalu tinggi. Reksa dana pasar uang sangat cocok bagi pemula yang baru memulai berinvestasi di reksa dana. Mengapa demikian? Pembukaan rekening reksa dana pasar uang sudah bisa mulai dari Rp100.000,- saja.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
    Reksa dana pendapatan tetap adalah jenis reksa dana dengan tingkat risiko menengah yang alokasi investasinya sebagian besar atau sekitar 80% ditempatkan pada obligasi, baik obligasi pemerintah maupun obligasi swasta. Reksa dana pendapatan tetap cocok untuk para investor yang mencari keuntungan tingkat bunga optimal dengan mengutamakan pendapatan yang stabil dan konsisten (income fund). Karakteristik dari reksa dana pendapatan tetap ini sangat cocok untuk investor yang memiliki profil risiko moderat dan memiliki tujuan jangka menengah (1-3 tahun). Pertumbuhan reksa dana pendapatan tetap ini relatif lebih stabil dan tidak fluktuatif seperti halnya reksa dana saham.
  3. Reksa Dana Campuran (Balance Fund)
    Reksa dana campuran adalah jenis reksa dana yang penempatan investasinya dialokasikan pada instrumen saham, obligasi, dan juga pasar uang. Tingkat risiko pada jenis reksa dana ini menengah. Jenis reksa dana ini cocok untuk investor yang memiliki rencana jangka menengah (3-5 tahun). Biasanya proporsi penempatan dana ini tergantung dari masing masing Manajer Investasi, namun pada umumnya nilai aktiva bersih tidak melebihi 79% antara efek saham dan efek obligasi. Reksa dana campuran ini cocok untuk para investor yang menginginkan pendapatan yang memadai dengan memanfaatkan peluang pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Reksa dana ini memang sedikit fluktuatif, tetappi pertumbuhannya relatif lebih stabil dibandingkan reksa dana saham.
  4. Reksa Dana Saham (Equity Fund)
    Reksa dana saham adalah jenis reksa dana yang penempatan alokasi investasinya sekurang kurangnya 80% ditempatkan di efek saham. Sedangkan sisanya sekitar 20% ditempatkan di pasar uang atau jenis lainnya yang likuiditasnya setara dengan itu. Pada reksa dana saham, tingkat return yang diperoleh merupakan yang tertinggi diantara jenis reksa dana lainnya. Namun demikian, profil risiko juga tinggi, karena tingkat return dan tingkat risiko akan selalu berbanding lurus. Jenis reksa dana ini sangat cocok buat investor bertipe agresif yang menginginkan tingkat return yang tinggi, tetapi siap juga dengan risiko yang tinggi. Reksa dana saham ini cocok untuk investor yang mengejar pertumbuhan nilai investasinya secara optimal pada periode waktu jangka panjang (growth fund). Hasilnya sendiri dari tahun ke tahun sangat bervariasi dan cenderung berfluktuasi seiring dengan perkembangan kondisi pasar dan ekonomi yang terjadi.

Setelah tahu 4 jenis reksa dana di atas, saatnya untuk berinvestasi dengan memilih reksa dana pasar uang yang cocok dengan tujuan, jangka waktu dan profil risiko. Selamat berinvestasi! (GWK)




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*