Kuy, Kenali 3 Tipe Investor Berdasarkan Profil Risiko dan Jenis Investasi yang Cocok Buatmu Ini

3 tipe investor di pasar modal berdasarkan profil risiko
3 tipe investor di pasar modal berdasarkan profil risiko (EduFulus/Ist)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Salah satu pengetahuan dasar dalam berinvestasi di pasar modal, entah untuk investasi reksa dana atau pun saham, khususnya bagi investor pemula (newbie) yakni pengenalan diri terkait profil risiko.

Bukan rahasia lagi dan saya yakin semua yang akan berinvestasi di pasar modal juga wajib sadar betul kalau yang namanya investasi itu tidak jauh dengan yang namanya risiko.

Risiko yang dimaksud tentu saja merujuk pada potensi kerugian. Makanya, seorang investor perlu mengenal dengan baik seberapa besar tingkat toleransinya akan kerugian atau biasa disebut dengan profil risiko.

SIMAK JUGA: 5 Kebiasaan Buruk Milenial yang Mengancam Masa Depan Keuangan Mereka

Jadi yang namanya investasi pasar modal itu ada risikonya yakni kerugian. Makanya, selain berharap akan cuan (keuntungan) dalam investasi di pasar modal, seorang investor yang bijak harus siap juga dengan yang namaya kerugian.

Kalau perlu teriak keuntungan itu juga perlu, so tidak hanya teriak-teriak kalau rugi saja. Orang yang siap dua-duanya boleh lah dikata investor dewasa.

Lantas seperti apa tipe-tipe investor berdasarkan profil risiko yang bisa dijadikan sarana bercermin?

Berikut ini 3 tipe investor berdasarkan profil risiko yang sebaiknya diketahui para investor baru (newbie) supaya pilihan instrumen investasinya benar-benar tepat:

1). Investor konservatif (risk averse)

Tipe investor konservatif ini memiliki ciri tidak menyukai risiko dan lebih suka menghindari risiko. Tipe investor yang ini nyaman dengan keamanan modal investasi serta hasil yang pasti. Karena tidak mau ambil risiko, bagi mereka investasi hanya dimaksudkan untuk menjaga keamanan modal.

SIMAK JUGA: 5 Tip Trading Saham untuk Pemula dan Milenial

Mereka tidak mempersoalkan imbal hasil kecil asal tidak merugi. Karena itu, pendapatan tetap lebih menarik ketimbang peningkatan nilai investasi. Menariknya, tipe investor konservatif ini termasuk juga mereka yang masih minim pengetahuan tentang potensi imbal hasil.

So, jenis instrumen investasi yang direkomendasikan untuk tipe investor ini adalah obligasi pemerintah, reksa dana pasar uang dan reksa dana terproteksi.

2). Investor moderat (risk neutral)

Tipe investor moderat ini sudah berani mengambil risiko, meski dalam porsi yang masih medium, karena sadar akan konsekuensi imbal hasil yang lebih tinggi, tapi juga potensi kerugiannya.

SIMAK JUGA: Wahai Investor Newbie, Waspadai Saham Gorengan!

Investor moderat biasanya mengurangi porsi obligasi pemerintah, reksa dana pasar uang, dan reksa dana terproteksi dan mengalihkannya ke jenis instrumen investasi lain sebesar 30-40%, seperti pada reksa dana campuran, saham, dan reksa dana saham.

3). Investor agresif (risk seeker)

Tipe investor yang satu ini menyukai risiko dan kerap disebut dengan pencari risiko karena termotivasi untuk mendapatkan imbal hasil tinggi. Tipe investor ini tentu saja terdepan dalam pilihan instrumen investasi yang memiliki risiko tinggi.

SIMAK JUGA: Penasehat Investasi Saham

Oleh sebab itu, pilihan jenis instrumen investasinya pun didominasi oleh saham, reksa dana saham, dan reksa dana campuran. Bertolak belakang dengan investor konservatif, tipe investor yang ini siap dengan penurunan nilai modal karena tidak menginginkan pendapatan, tetapi pertumbuhan nilai investasi.

Tak mengherankan, tipe investor yang ketiga ini sudah terbiasa dengan fluktuasi.

Nah, bercermin dari tipe-tipe investor di atas, para investor yang baru terjun ke pasar modal patut memilih jenis instrumen investasi sesuai dengan profil risikonya. Ini dimaksudkan agar mereka mampu memaksimalkan cuan. (GWK)

SIMAK JUGA: Jasa Penulisan Artikel Pasar Modal Terpercaya




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*