5 Tip Memulai Investasi ini Cocok untuk Siapa pun

Milenial bingung memilih investasi
Milenial bingung memilih investasi (KalderaNews/Ist)

The Path To Financial Freedom, EduFulus.com – Sejalan dengan kemajuan teknologi informasi, tingkat literasi finansial masyarakat makin meningkat. Masyarakat makin melek literasi keuangan. Berkat perkembangan teknologi ini pula masyarakat menjadi sadar bahwa tabungan dan deposito itu hasilnya tidak sebanding dengan kenaikan berbagai kebutuhan hidup di masa depan. Masyarakat melirik investasi.

Desmond Wira dalam bukunya “Memulai Investasi Saham” menegaskan investasi itu pada dasarnya “membeli” sesuatu yang diharapkan bisa “dijual kembali” di masa yang akan datang dengan nilai yang lebih tinggi. Dengan kata lain, investasi adalah membeli aset yang nilainya berpotensi naik di masa depan. Sayangnya, banyak dari anggota masyarakat kita masih bingung cara memulai investasi. Padahal, investasi itu kini makin mudah.

Seperti peribahasa berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian, begitulah investasi yang membutuhkan pengorbanan di masa sekarang untuk memperoleh hasil yang lebih baik di masa depan. Namun secara psikologis, kita sebagai manusia lebih suka bersenang-senang hari ini (instant gratification) daripada menunda demi kesenangan yang lebih besar di masa depan.

SIMAK JUGA: Yuk, Kenali Bencana Keuangan di Masa Depan Ini

Komitmen untuk menunda demi masa depan itu menjadi salah satu kunci keberhasilan investasi. Nah, bagi yang masih bingung bagaimana cara memulai investasi, berikut ini 5 langkah sederhananya:

  1. Tentukan target dan tujuan
    Hidup tanpa tujuan dan mimpi itu hambar, begitu pula investasi tanpa tujuan bakal tak tentu arah. Boro-boro tercapai, yang terjadi bisa jadi malah kekacuan keuangan. Nah, karena tujuan investasi itu tidak untuk menghambur-hamburkan uang maka menentukan target dan tujuan investasi menjadi penting. Mimpi kita di masa depan hanya bisa digapai dengan planning investasi yang cermat dan matang. Bermimpi memiliki mobil dan rumah yang asri harus diwujudnyatakan dengan planning investasi yang terukur dan terencana.
  2. Tentukan “uang dingin” yang dimiliki
    Investasi membutuhkan perhitungan yang cermat dan jangan sampai kita menggunakan uang kebutuhan hidup sehari-hari. Investasi itu harus menggunakan “uang dingin” atau idle money (dana menganggur). Idealnya, besaran uang dingin yang bisa diinvestasikan sebesar 20% dari pemasukan bulanan.
  3. Temukan alternatif tabungan dan deposito
    Bukan rahasia lagi, tabungan dan deposito kurang menarik lagi dari sisi bunga, biaya administrasi dan potongan ini-itu. Bunga tabungan dan deposito memang terlalu kecil. Nilai uang kita lambat laun akan tergerus oleh inflasi. So, temukan alternatif lain yang bisa memberikan imbal hasil tinggi di atas inflasi.
  4. Rajin menggali informasi
    Beragam investasi kini banyak bermunculan. Perkembangan teknologi makin memudahkan kita mendapatkan banyak informasi tentang investasi. Informasi tentang investasi gampang kita dapatkan melalui smartphone kita. Kuncinya, temukan investasi yang kredibel.
  5. Pilih jenis investasi yang paling cocok
    Pilihlah satu atau beberapa investasi yang cocok dan sesuai dengan keuangan mulai dari logam mulia (emas), properti, bisnis, barang koleksi, reksa dana, obligasi dan saham. Investasi emas, properti, bisnis dan barang koleksi membutuhkan modal yang tidak sedikit sehingga membuat banyak dari kita gamang. Pilihannya yaitu reksa dana, obligasi dan saham. Nah, bagi pemula yang ingin memulai investasi, reksa dana pasar uang memang bisa menjadi pilihan.

SIMAK JUGA: Seluk Beluk Prinsip Islam di Pasar Modal Syariah




Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*